Kelainan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia

Kelainan dan penyakit yang terjadi pada system saraf manusia misanya epilepsy dan Alzheimer.

Epilepsi

Epilepsi merupakan penyakit yang dicirikan dengan adanya serangan pada neuron motorik atau neuron sensorik secara berulang-ulang. Akibatnya, otot-otot rangka berkontraksi berulang-ulang tanpa disadari. Epilepsi disebabkan antara lain oleh kerusakan otak pada saat lahir, infeksi, racun, luka pada kepala, atau tumor pada otak. Epilepsi dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan anti epilepsi. Misalnya, phentytoin dan carbamazepine.

Gambar 8. Seorang penderita epilepsi yang sedang kambuh

Alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit kehilangan kemampuan untuk peduli terhadap diri sendiri. Penderita Alzheimer kehilangan kemampuan untuk mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Mereka kemudian menjadi binggung dan pelupa, sering mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sama, atau tersesat ketika berada di tempat-tempat yang sering mereka kunjungi. Penyebab Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat faktor pemicu timbulnya Alzheimer. Faktor-faktor pemicu tersebut misalnya sejarah pernah terjadinya luka di kepala dan faktor keturunan. Penderita Alzheimer diberi obat-obatan untuk mengembalikan kemampuan sistem sarafmya. Selain itu, penderita Alzheimer sebaiknya dijaga dan dirawat dengan baik.

Uji Laboratorium

Tujuan:

Mengetahui beberapa gerak refleks yang dilakukan manusia.

Alat:

Batang logam kecil

Langkah Kerja:

Bekerjalah secara berpasangan, satu orang sebagai subjek. Mintalah petunjuk guru kalian untuk melakukan kegiatan ini.

1. Sentakan lutut

Duduklah pada meja dengan kaki menggantung bebas. Dengan batang logam, teman kalian memukul dengan hati-hati lutut kalian tepat di bagian bawah lutut. Apa yang terjadi?

2. Sentakan pergelangan kaki

Berlututlah di kursi dan biarkan kaki kalian menggantung bebas. Teman kalian memukul bagian belakang kaki kalian, tepat diatas mata kaki. Apa yang terjadi?

3. Refleks mengedip

Bukalah mata kalian dan lihatlah kedepan. Teman kalian tiba-tiba mengibaskan tangannya di depan mata. Apa yang terjadi?

Ulangi gerakan-gerakan diatas. Namun ingat, usahakan kalian tidak bersiap-siap akan menerima pukulan.

Pertanyaan:

  1. Apa yang terjadi setelah lutut atau mata kaki dipukul?
  2. Menurut kalian, manakah gerakan refleks diantara gerakan-gerakan yang kalian lakukan tersebut? Atau apakah semua gerak yang kalian lakukan merupakan gerak refleks?
  3. Menurut hasil diskusi kalian, apa perbedaan antara gerak refleks dengan gerak biasa?

Gambar. Jalan yang dilalui impuls gerak refleks spinalis

Susunan Saraf

Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.

SSP (Sistem Saraf Pusat)

(1) Otak

Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak. Otak dilapisi oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan durameter, lapisan araknoid, dan lapisan piameter.

Gambar 4. Selaput Otak

More

Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsang). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

Gambar 2. Bagian-bagian Sel Saraf

More

Sistem Saraf

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

  1. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  2. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  3. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.

Sistem kerja ketiga komponen tersebut dapat digambarkan seperti berikut:

Tes Pengacau Otak Kiri dan Otak Kanan

Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.

Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.

More

Previous Older Entries